Jakarta, 2 Oktober 2025. Konsorsium besar yang terdiri dari Jejaring Lokadaya, Yayasan Penabulu dan komunitas lainnya menggelar webinar sosialisasi bertajuk “Panggilan Hibah Mikro Lokadana Siklus 1.” Acara yang berlangsung pada Kamis ini menghadirkan dua narasumber yaitu Alfi Hasanah, Grant Officer program Co-Evolve, dan Tino Yosephyne dari Lokadaya.
Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bagi berbagai organisasi masyarakat sipil, komunitas lokal, dan individu yang ingin memahami lebih jauh tentang mekanisme hibah mikro, sebuah inisiatif yang ditujukan untuk memperkuat gerakan sosial OMS.
Dalam pembukaan acara, Tino Yosephyne dari Lokadaya menjelaskan bahwa Lokadana lahir sebagai upaya untuk menghadirkan akses pendanaan yang lebih inklusif dan berkeadilan bagi organisasi kecil maupun komunitas lokal yang selama ini kerap terpinggirkan dari sistem hibah konvensional.
“Banyak kelompok di tingkat komunitas yang punya ide bagus, tapi tidak punya pintu untuk masuk ke skema pendanaan yang rumit,” ujar Tino. Melalui hibah mikro Lokadana, Tino dan Kawan-kawan yang tergabung dalam konsorsium itu, ingin membuka pintu tersebut. Bukan sekadar memberi dana, tetapi juga mendampingi para OMS untuk tumbuh dan berjejaring.
Ia juga menekankan bahwa hibah mikro ini bukan hanya soal bantuan finansial, tetapi lebih pada upaya membangun daya kolaborasi dan keberlanjutan gerakan sosial. Dalam semangat itu, Lokadana hadir sebagai penghubung yang mempertemukan komunitas dengan jejaring pendukung, mentor, dan mitra yang bisa memperkuat kerja-kerja mereka.
Sementara itu, Alfi Hasanah dari Co-Evolve 2 menjelaskan secara rinci tentang mekanisme hibah yang akan dibuka pada siklus pertama ini. Menurutnya, skema hibah mikro dirancang sederhana agar dapat diakses oleh kelompok masyarakat yang belum terbiasa dengan prosedur administratif yang rumit.
Proses pengajuan hibah mikro ini diharapkan tidak menakutkan bagi semua OMS ataupun komunitasyang ingin mengakses. “Kami ingin menjadikan hibah sebagai proses belajar bersama. Dari cara menulis proposal, mengelola kegiatan, hingga melaporkan hasil, semua akan didampingi dengan pendekatan yang suportif.” tutur Alfi sambil tersenyum.
Alfi juga menambahkan bahwa hibah mikro ini akan menitikberatkan pada inisiatif yang berdampak langsung bagi komunitas, baik dalam bidang sosial, lingkungan, pendidikan, maupun ekonomi kreatif. “Kami percaya, perubahan besar berawal dari langkah kecil yang konsisten,” katanya.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang masuk di kolom diskusi. Beberapa peserta ingin tahu lebih detail tentang kriteria kelayakan penerima hibah, bentuk pendampingan yang disediakan, hingga cara menjaga keberlanjutan program setelah hibah berakhir.
Menanggapi itu, Tino menegaskan bahwa Lokadana tidak hanya menyalurkan dana, tetapi juga akan melakukan pendampingan strategis. “Kita tidak ingin hibah hanya selesai di laporan kegiatan. Kita ingin hibah ini jadi awal dari kolaborasi jangka panjang,” ujarnya. Sementara Alfi menambahkan, Co-Evolve berkomitmen mendukung inisiatif yang punya nilai keberlanjutan dan kolaborasi lintas sektor.
Webinar sosialisasi ini menandai dimulainya Siklus 1 Panggilan Hibah Mikro Lokadana , sebuah langkah nyata menuju ekosistem pendanaan yang lebih inklusif, transparan, dan berpihak pada komunitas.
Melalui kolaborasi antara Lokadaya, Penabulu, dan Co-Evolve 2, diharapkan semakin banyak inisiatif masyarakat sipil yang mendapatkan ruang tumbuh. Karena pada akhirnya, hibah bukan hanya tentang uang yang diberikan, melainkan tentang kepercayaan, pembelajaran, dan daya yang saling menguatkan.
Semua linimasa Hibah Lokadana dapat diakses di website Lokadana. Sementara itu, diskusi terkait sosialisasi hibah mikro Lokadana ini dapat dilihat secara lengkap di Youtube Lokadaya. (*ari)