Skip to main content

Alam yang terpelihara untuk Air dan Kehidupan serta Generasi yang terus peduli dan mempunyai kesadaran Personal dan Sosial. Itulah spirit yang telah menjiwai seluruh Perjuangan, Pengabdian dan Komitmen hingga saat ini. Bertolak dari kesulitan masyarakat akan air di Pulau Adonara khususnya, dan di Nusa Tenggara Timur umumnya, kami yang tergabung dalam KAWAN HIJAU-NTT (Gerakan Sukarelawan Hijau) memulai langkah sederhana di tahun 2008 dengan melakukan penghijauan di beberapa mata air di Pulau Adonara, seperti di Waibele Witihama, di Mangaaleng dan di Koli. Kami mengajak masyarakat dan anak sekolah untuk merawat mata air dan reboisasi dengan menggunakan tanaman lokal yang cocok untuk mata air. Kami juga melakukan kampanye hijau dan cinta alam dari sekolah ke sekolah, dari desa ke desa dan juga untuk kelompok kategorial anak-anak.

Selain pergerakan untuk kelestarian alam dan mata air, komitmen membangun generasi muda juga mengambil bentuk dalam hidden mission untuk membentuk karakter anak-anak mulai dari kampung. Untuk lebih mudah menjalankan “misi terselubung” ini, anak-anak difasilitasi dalam bentuk kegiatan kursus komputer dan bahasa inggris yang juga menjadi bagian integral dari membangun budaya literasi inklusif menghadapi tranformasi digital dalam kehidupan ke depan. Melalui kegiatan ini, anak-anak baik perempuan dan laki-laki diberi ruang untuk mengekspresikan dirinya, kemampuannya serta harapannya untuk masa depan. Mereka dibimbing dan dituntun untuk secara etis dan berani berbicara, tampil di depan teman-teman, melatih diri untuk mendengar teman-teman dan memberi apresiasi serta menerima kelebihan dan kekurangan diri. Misi ini adalah pergerakan membangun karakter anak-anak bangsa untuk menjadi generasi yang berkomitmen pada pengembangan diri dan peduli pada realitas kehidupan sosial yang melingkupi hari-hari mereka di kampung.

Dalam perjalanan waktu, gerakan ini akhirnya bermetamorfosis secara legal dalam kelembagaan untuk memperpanjang nafas perjuangan melalui Lembaga PADU-TEQ di tahun 2013. Di tahun 2025, terjadi perubahan bentuk badan Hukum yang harus disesuaikan dengan regulasi di NKRI, dan lahirlah Yayasan Sinar Pandora Indonesia (YASPINDO).

Visi

Masyarakat maju dan tangguh serta alam terperlihara untuk kehidupan yang bermartabat.

Misi

  1. Meningkatkan Kapasitas Sumber Daya Manusia melalui Pendidikan dan Pelatihan untuk membangun ketangguhan masyarakat secara Antispatif, Adaptif, dan Responsif
  2. Membangun Kemitraan dan Kolaborasi dengan parapihak untuk pembangunan yang ramah lingkungan
  3. Merawat bumi untuk menjamin keberlanjutan ekosistem
  4. Pengarusutamaan adaptasi Perubahan Iklim, Pengurangan Risiko Bencana, Gender dan Inklusi Sosial dalam Pembangunan
  5. Menyelenggarakan Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Budaya, Agama dan Lingkungan
  6. Membangun Budaya Literasi dalam berbagai bentuk yang relevan (seperti Penerbitan Buku, Pelatihan Menulis dan Membaca, Penyelenggaraan Taman Baca Masyarakat, serta pemanfaatan berbagai platform media terkini) untuk Pencerahan Hati dan Penerangan Akal Budi.

Wilayah Kerja: Indonesia.

Isu Strategis: HAM & Bantuan Hukum, Kebijakan Publik, Anti Korupsi & Akuntabilitas Publik, Lingkungan & Perubahan Iklim, Penanggulangan Bencana, Ekonomi Kemasyarakatan, Pendidikan & Vokasi, Pemberdayaan Desa, Pertanian & Pangan, Kesetaraan Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial (GEDSI), Seni, Budaya & Pariwisata, Air Bersih & Sampah, Pemberdayaan Pemuda, Pemberdayaan Perempuan & Anak, Teknologi Informasi, Komunikasi, & Keamananan Digital.

Alamat: Jl. Pante Palo, Lingkungan Kota Sau I, RT 005 RW 002, Kelurahan Sarotari Tengah, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia, 86211.

Website: –

Media sosial: 

Kontak: