
Yayasan Nusa Lestari Hijau (YASNURIH) merupakan kelanjutan dari perjalanan panjang aktivitas pemberdayaan, advokasi dan respon kemanusiaan dari para pengurus yang terlibat dalam berbagai inisiatif lingkungan sejak tahun 2008 melalui Kawan NTT Hijau. Selain itu, keterlibatan Program Komunitas Tangguh terhadap Iklim dan Bencana di Indonesia (ICDRC) yang merupakan kolaborasi YPPS dan Oxfam, serta partisipasi dalam Incident Project yang berfokus pada peningkatan ketahanan terhadap perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana di Nusa Tenggara bersama CRS, telah menjadi landasan kuat bagi terbentuknya Yayasan Nusa Lestari Hijau ini.
YASNURIH sah berdiri dan berbadan hukum dari Kementerian Hukum, pada tanggal 23 Mei 2025, konsentrasi pada pemberdayaan dan penguatan masyarakat kecil khususnya petani, anak muda, perempuan, kaum disabilitas, pemerintah desa, komunitas adat, dan anak-anak. Sejak terbentuknya YASNURIH ini konsen kegiatan kami pada respon bencana erupsi gunung lewotobi laki-laki dengan kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat penyintas di Huntara di bawah tema kegiatan LEWOTOBI RUN FOR HUMANITY.
Selain berkegiatan bersama penyintas, YASNURIH saat ini juga bekerja sama dengan Pemerintah Desa dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Desa. Selain itu YASNURIH sebagai OMS baru terus membangun kemitraan dengan Pemerintah, Lembaga BUMN, dan Lembaga NGO lain dalam mendukung rencana strategis YASNURIH ke depan dalam pendampingan dan pemberdayaan masyarakat lokal di Kabupaten Flores Timur dan sekitarnya.
Visi
Terwujudnya masyarakat yang tangguh, transformatif, dan inklusif melalui pelestarian keanekaragaman hayati yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Misi
- Meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati
- Mendorong transformasi sosial melalui keberlanjutan, dengan mengembangkan inovasi dan teknologi ramah lingkungan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan membangun sistem ekonomi hijau yang berorientasi pada keseimbangan ekologi dan sosial
- Mewujudkan pengelolaan sumber daya alam yang inklusif yaitu memastikan keterlibatan semua kelompok masyarakat, termasuk perempuan, penyandang di stabilitas, dan komunitas adat, dalam program lingkungan serta membangun kemitraan dengan berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem inklusif dan berkeadilan
- Melestarikan keanekaragaman hayati yang terancam punah meliputi keanekaragaman genetik, spesies, dan ekosistem
- Mengembangkan sistem pertanian berkelanjutan berbasis kearifan lokal
- Mendorong transparansi, pendidikan, dan regulasi yang mendukung praktik ramah lingkungan
- Mengurangi risiko bencana melalui pendekatan inklusif dan berbasis komunitas
- Mengupayakan distribusi manfaat ekonomi secara adil bagi masyarakat
Wilayah Kerja: Nusa Tenggara Timur
Isu Strategis: HAM & Bantuan Hukum, Kebijakan Publik, Kemitraan Publik-Swasta-Komunitas, Lingkungan & Perubahan Iklim, Penanggulangan Bencana, Ekonomi Kemasyarakatan, Pendidikan & Vokasi, Pemberdayaan Desa, Pertanian & Pangan, Energi & Transportasi, Kesetaraan Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial (GEDSI), Seni, Budaya & Pariwisata, Infrastruktur Hijau, Reformasi Agraria, Pendanaan Lestari, Penanganan Konflik, Air Bersih & Sampah, Pemberdayaan Pemuda, Kesehatan Masyarakat, Keselamatan & Keamanan, Perburuhan & Ketenagakerjaan, Pemberdayaan Perempuan & Anak, Pemberdayaan Masyarakat Adat, Teknologi Informasi, Komunikasi, & Keamananan Digital, Rehabilitasi Pengguna Narkotika.
Alamat: Lorong Alem Mart RT 13 RW 08 Tabali, Kelurahan Sarotari, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur
Situs Web: –
Media sosial: –
Kontak:
- Don Kopong Leyn dinagapun87@gmail.com
