Berdiri sejak 2011, fokus kegiatan Terasmitra pada upaya untuk menguatkan komunitas-komunitas lokal dalam pengelolaan kekayaan alam melalui pelatihan, pendampingan, pendanaan, dan diseminasi pengetahuan menggunakan pelbagai kanal media kreatif.
Berdiri sejak 2011, fokus kegiatan Terasmitra pada upaya untuk menguatkan komunitas-komunitas lokal dalam pengelolaan kekayaan alam melalui pelatihan, pendampingan, pendanaan, dan diseminasi pengetahuan menggunakan pelbagai kanal media kreatif.
WALHI Sulawesi Tenggara adalah organisasi advokasi lingkungan hidup, berdiri tahun 1996 dengan 14 (empat belas) lembaga anggota yang tersebar di Provinsi Sulawesi Tenggara, sejak berdiri hingga sekarang Walhi Sulawesi Tenggara aktif terlibat dalam aksi penyelamatan lingkungan dari ekspansi perkebunan, pertambangan dan sektor lainnya, untuk menjaga lingkungan Walhi Sulawesi Tenggara bekerja sama dengan masyarakat lokal, masyarakat adat, perempuan dan kelompok rentan lainnya serta mensosialisasikan kebijakan ramah lingkungan kepada pihak terkait.
Yayasan Nusa Lestari Hijau (YASNURIH) merupakan kelanjutan dari perjalanan panjang aktivitas pemberdayaan, advokasi dan respon kemanusiaan dari para pengurus yang terlibat dalam berbagai inisiatif lingkungan sejak tahun 2008 melalui Kawan NTT Hijau. Selain itu, keterlibatan Program Komunitas Tangguh terhadap Iklim dan Bencana di Indonesia (ICDRC) yang merupakan kolaborasi YPPS dan Oxfam, serta partisipasi dalam Incident Project yang berfokus pada peningkatan ketahanan terhadap perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana di Nusa Tenggara bersama CRS, telah menjadi landasan kuat bagi terbentuknya Yayasan Nusa Lestari Hijau ini.
Saukang berdiri sejak tahun 2017 dilatarbelakangi adanya permasalahan lingkungan di Kab Bulukumba mulai dari sampah hingga tanah longsor. Sehingga pada tahun 2020, Saukang bekerja sama dengan organisasi karang taruna aktif bergerak melakukan kegiatan sosial di pesisir pantai, penanaman pohon, dan juga bergerak di bakti sosial bagi masyarakat yang butuh uluran tangan.
Yayasan Gerakan Peduli Sungai (YGPS) adalah Organisasi Akar Rumput yang di Bentuk Pada Tahun 2018. Dedikasikan sebagai Wadah Edukasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat yang berfokus pada isu Pelestarian Ekosistem Daerah Aliran Sungai (Hulu – Batang – Hilir), Adaptasi Perubahan Iklim dan Mitigasi Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang diimplementasikan melalui tiga pilar program yaitu Divisi Konservasi Lingkungan Hidup, Divisi Edukasi dan Pemberdayaan serta Divisi Sosial Kemanusiaan dimana ketiga Divisi program ini memiliki berbagai program turunan.
Yayasan Aku Rimba Indonesia merupakan organisasi yang dipimpin dan beranggotakan kaum muda, yang secara aktif mengembangkan program-program di bidang kehutanan yang berbasis lestari dan masyarakat yang sejahtera. Awalnya Yayasan Aku Rimba Indonesia didirikan dengan nama Yayasan Alumni Kehutanan Unhas yang disahkan melalui Surat keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor AHU-0000932.AH.01.04 Tahun 2017. Dalam perjalanan perkembangan pendirian Yayasan, pendiri bersepakat untuk merubah nama Yayasan yang diputuskan dalam rapat dewan pembina menjadi Yayasan Aku Rimba Indonesia pada tahun 2022 dan telah disahkan melalui Surat keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor AHU-0000514.AH.01.05 Tahun 2022.
Yayasan Nuansa Alam Indonesia di singkat YNAI dibentuk sejak Tahun 2022 berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Nomor: AHU.009588.AH.01.04.Tahun 2022, dikukuhkan pada tanggal 22 April 2022 di Medan dengan nama Yayasan Nuansa Alam Indonesia, No. Akte Notaris 02 Tahun 2022. Yayasan ini didirikan atas dasar kepedulian beberapa penggiat lingkungan hidup dan pemerhati pertumbuhan ekonomi rakyat miskin di saat ekonomi lagi dilanda di saat Pandemi COVID-19, dimana seluruh aspek kehidupan terutama perekonomian, sosial budaya dan lingkungan hidup di seluruh dunia termasuk Indonesia mengalami keterpurukan baik di perkotaan maupun di perdesaan.
Inisiatif pembentukan Rumah Ekologi Nusantara bermula dari kerja-kerja pemberdayaan masyarakat beberapa dosen. Dari pengalaman tersebut, kami mulai membangun diskusi untuk membangun lembaga masyarakat yang sipil yang fokus memberikan pemberdayaan masyarakat pada sektor lingkungan yang berkelanjutan, mengingat ini menjadi tantangan tengah dihadapi oleh masyarakat di Banten.
Rangkul Setara lahir dari keresahan generasi muda di Kotabaru terhadap masih kuatnya praktik diskriminasi gender, kekerasan berbasis gender, serta minimnya ruang aman bagi perempuan dan anak. Didirikan pada tahun 2025 sebagai komunitas independen yang digerakkan oleh relawan muda lintas latar belakang.
Yayasan Pembina Matematika dan IPA (YPMIPA) adalah sebuah yayasan non-profit yang berdiri tahun 2015, dengan visi “Generasi Penerus: Realistik, Kreatif, Aspiratif dan Inovatif.” Dalam mewujudkan visi tersebut, kami memiliki 3 misi utama, pertama meningkatkan kemampuan dalam hal berkomunikasi baik secara lisan maupun non lisan, kedua meningkatkan kemampuan dalam mencari solusi untuk permasalahan masalah global, dan yang terakhir menciptakan generasi penerus yang berkarakter. Ketiga misi ini dalam rangka mendorong generasi penerus untuk pembangunan berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Yayasan Momentum Selaras Indonesia (MOSI) adalah organisasi nirlaba yang berkomitmen meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pendampingan, edukasi, dan advokasi berkelanjutan. Fokus kami meliputi kesehatan, penguatan tata kelola organisasi, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta asesmen risiko dan respons bencana.
Koalisi KOPI adalah koalisi Kelompok Orang Muda untuk Perubahan Iklim, berdiri sejak November 2021 dan menjangkau 13 wilayah kabupaten / kota di Nusa Tenggara Timur. Berbagai komunitas dan individu – individu pelopor dengan beragam isu dan kepeduliannya menjadi bagian dari gerakan kolektif ini.
Rumah Pengolahan Sampah didirikan pada bulan Agustus tahun 2022 sebagai inisiatif masyarakat yang peduli terhadap permasalahan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah yang kian hari semakin meningkat. Lahir dari keprihatinan atas menumpuknya sampah di sekitar pemukiman dan dampak negatifnya terhadap kesehatan serta kelestarian lingkungan, lembaga ini hadir dengan visi menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui sistem pengolahan sampah terpadu. Fokus kerja kami adalah memberikan solusi praktis dan edukatif dalam pengelolaan sampah rumah tangga maupun skala komunitas dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
YJSI lahir untuk dan akan bekerjasa bersama dengan beberapa pihak/sektor, diantaranya: pemerintah, pers, masyarakat sipil, organisasi masyarakat sipil, institusi pendidikan dan pihak lainnya yang mengarah pada peningkatan kualitas pembangunan masyarakat. Terdapat empat bidang isu utama yang akan dijalankan oleh YJSI, yaitu: bidang isu sosial kesehatan, isu pendidikan, isu ekonomi kreatif dan isu pembangunan masyarakat inklusi yang berkelanjutan.
Perkumpulan Kawan Pesisir Raja Ampat (PKPRA) merupakan komunitas yang bekerja untuk pengelolaan sumberdaya alam serta melakukan pendampingan bagi masyarakat yang berada di wilayah pesisir. Perkumpulan Kawan Pesisir didirikan di Kampung Friwen pada tanggal 15 November 2018
YPPS didirikan tahun 1997 dan mulai berkegiatan secara resmi tahun 1998. Sejak berdiri hingga saat ini YPPS berkonsentrasi pada penguatan/pemberdayaan masyarakat akar rumput khususnya masyarakat adat, petani dan perempuan. Satu tahun terakhir mulai menyentuh langsung anak-anak dan orang muda. Sejak tahun 2006, kami memberi perhatian pada advokasi dan penguatan government.
Perkumpulan Mitra Masyarakat Inklusif (PMMI) adalah organisasi nirlaba dan independen yang beranggotakan difabel dan non-difabel. Berdiri sejak 2018, disahkan secara hukum pada 2019. Berbasis di Kota Bengkulu, dengan cakupan wilayah kerja seprovinsi Bengkulu. PMMI Bengkulu berfokus pada pemenuhan hak-hak difabel dan inklusi sosial
Pasca reformasi tahun 1998, Indonesia mengalami transformasi besar dalam pemerintahan, yang diwarnai oleh peralihan dari Orde Baru ke era Reformasi. Pembaharuan ini membuka jalan bagi penerapan otonomi daerah yang memberi kewenangan lebih besar kepada DPRD, menjadikannya salah satu institusi yang memiliki kekuasaan tanpa kontrol eksternal yang kuat.
Yayasan Penyintas Tuberkulosis Terbesar Yogyakarta (TERBESAR) adalah sebuah organisasi nirlaba berbasis komunitas yang bersifat sosial dan kemanusiaan khususnya dalam penanggulangan Tuberkulosis (TB).