Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Adat (LPMA) berdiri tahun 1998 dibawah badan hukum Yayasan Pemberdayaan Masyarakat (YPM) untuk mewujudkan pengakuan dan perlindungan masyarakat adat di Kalimantan Selatan.
Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Adat (LPMA) berdiri tahun 1998 dibawah badan hukum Yayasan Pemberdayaan Masyarakat (YPM) untuk mewujudkan pengakuan dan perlindungan masyarakat adat di Kalimantan Selatan.
SembaluNina lahir dari kesadaran kolektif perempuan di Sembalun untuk membangun ruang belajar, saling mendukung, dan memperkuat peran mereka dalam proses pembangunan kawasan. Berawal dari rasa ketidakadilan terhadap akses sumber daya air, komunitas ini tumbuh sebagai respons atas salah kelola Sembalun sebagai destinasi pariwisata.
Koalisi KOPI adalah koalisi Kelompok Orang Muda untuk Perubahan Iklim, berdiri sejak November 2021 dan menjangkau 13 wilayah kabupaten / kota di Nusa Tenggara Timur. Berbagai komunitas dan individu – individu pelopor dengan beragam isu dan kepeduliannya menjadi bagian dari gerakan kolektif ini.
Rumah Pengolahan Sampah didirikan pada bulan Agustus tahun 2022 sebagai inisiatif masyarakat yang peduli terhadap permasalahan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah yang kian hari semakin meningkat. Lahir dari keprihatinan atas menumpuknya sampah di sekitar pemukiman dan dampak negatifnya terhadap kesehatan serta kelestarian lingkungan, lembaga ini hadir dengan visi menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui sistem pengolahan sampah terpadu. Fokus kerja kami adalah memberikan solusi praktis dan edukatif dalam pengelolaan sampah rumah tangga maupun skala komunitas dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Perkumpulan Kawan Pesisir Raja Ampat (PKPRA) merupakan komunitas yang bekerja untuk pengelolaan sumberdaya alam serta melakukan pendampingan bagi masyarakat yang berada di wilayah pesisir. Perkumpulan Kawan Pesisir didirikan di Kampung Friwen pada tanggal 15 November 2018
YPPS didirikan tahun 1997 dan mulai berkegiatan secara resmi tahun 1998. Sejak berdiri hingga saat ini YPPS berkonsentrasi pada penguatan/pemberdayaan masyarakat akar rumput khususnya masyarakat adat, petani dan perempuan. Satu tahun terakhir mulai menyentuh langsung anak-anak dan orang muda. Sejak tahun 2006, kami memberi perhatian pada advokasi dan penguatan government.
Komunitas TERAS adalah sebuah organisasi non-pemerintah yang berdiri sejak tahun 2007. Organisasi ini dibentuk dengan tujuan untuk memajukan kehidupan komunitasnya dan masyarakat Sulawesi Tenggara
Lembaga Swadaya Masyarakat Peduli Kaum Disabilitas, Perempuan dan Anak berdiri sejak Tahun 2021 dan berfokus pada pendampingan serta pemberdayaan terhadap kaum Disabilitas, Perempuan dan Anak di Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Konstitusi adalah alat untuk membatasi kekuasaan, tidak sebaliknya. Paradigma ini sejalan dengan pemikiran Lord Acton, “Power tend to corrupt, absolute power corrupt absolutely.” Sehingga kekuasaan negara yang tidak dibatasi, cenderung akan bersikap koruptif lalu mengabaikan kepentingan rakyat. Secara instingtif, ia akan cenderung mengakumulasi dan mempertahankan kekuasaannya. Itu sebabnya konstitusi hadir untuk mengatur hasrat tersebut.
Lembaga Pengkajian dan Penguatan Kapasitas (LEKAT) Papua adalah sebuah organisasi non pemerintahan yang didirikan pada tanggal 14 November 2016 di kota Jayapura oleh beberapa profesional muda papua yang ingin berkontribusi secara aktif dan bersinergi dengan para stakholder lainnya untuk menjawab permasalahan pembangunan di Tanah Papua. Dengan lambang “tangan yang memegang pena dalam lingkaran bola dunia”, LEKAT Papua siap menyumbang pikiran dan tenaga
Perhimpunan Pembela Masyarakat Adat Nusantara (PPMAN) adalah organisasi kemasyarakatan yang merupakan organisasi sayap dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN). Organisasi PPMAN berbentuk perkumpulan yang otonom, keanggotaannya terdiri dari advokat dan ahli hukum yang peduli dan berkomitmen pada kerja pembelaan dan pemajuan hak masyarakat adat diseluruh nusantara. Sejarah terbentuknya PPMAN melalui pelaksanaan Konferensi Nasional
PKBI Lampung adalah salah satu dari 25 PKBI Daerah Yang tersebar di indonesia didirikan untuk mendukung upaya peningkatan kesejahteraan keluarga yang bertanggung jawab dan inklusif. Organisasi kami memiliki sejarah panjang sejak tahun 1957-an, fokus pada pelayanan kesehatan reproduksi, pendidikan seks, dan pemberdayaan perempuan. Seiring berjalannya waktu, PKBI Lampung terus berkembang,
Secara formal SR didirikan di Kendal pada 03 Juni 2002, tetapi cikal bakal keberadaannya telah dimulai sekitar pertengahan tahun 2000. Pada awalnya SR merupakan divisi otonom Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) dengan tugas khusus dalam peningkatan kapasitas fasilitator dan community leaders dampingan Pattiro di 9 kota di Indonesia. Setelah tugas selesai, pada 13 Januari 2005, Sekolah Rakyat
Gema Alam merupakan organisasi yang mensinergikan potensi gerakan lingkungan hidup dan HAM, memposisikan diri sebagai bagian dari gerakan rakyat dan gerakan sosial untuk melawan dominasi kekuatan kapitalisme global dan kebijakan negara yang harus bertanggung jawab atas perampasan hak atas lingkungan hidup, hak‐hak sipil politik (SIPOL), maupun hak‐hak ekonomi, sosial, budaya (EKOSOB)
Perkumpulan Relawan untuk Orang dan Alam (ROA) didirikan pada tanggal 14 Februari 2005 di Palu oleh beberapa warga dari latar belakang aktivis Ornop, Pecinta Alam, Jurnalis, Ibu Rumah Tangga, Pegawai Negeri Sipil, Guru, Pengusaha Kecil. Upaya kecil ini kelak akan bergabung dengan gerakan yang lebih besar untuk berkontribusi dalam gerakan kemanusiaan dan lingkungan.
Yayasan Geutanyoe adalah organisasi masyarakat sipil kemanusiaan yang didirikan pada 24 Desember 2013 oleh sekelompok aktivis yang memelopori gerakan sipil kemanusiaan dan tanpa kekerasan di Aceh selama konflik bersenjata sejak 1999 dan telah terlibat selama rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-tsunami 2004. Kami berupaya memberikan bantuan dan perlindungan kemanusiaan dengan penguatan